Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan pertemuan strategis dengan jurnalis senior sekaligus pendiri BenihBaik.com, Andi F. Noya, guna membahas solusi konkret atas tantangan sosial-ekonomi di wilayah tersebut. Berlangsung di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Kapanewon Wonosari, Rabu, (17/6/2026) pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan potensi sumber daya alam Gunungkidul yang melimpah dengan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan guna mengikis angka kemiskinan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh Bupati Gunungkidul dan Sekretaris Daerah (Sekda) memaparkan profil wilayah yang mencakup 46% dari total luas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni sekitar 148.536 hektar. Dengan garis pantai sepanjang 72 km, Gunungkidul memiliki potensi luar biasa di sektor perikanan dan pariwisata, termasuk statusnya sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (Gunung Sewu).
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta memaparkan, di sektor agraris, wilayah ini menjadi penyangga pangan DIY dengan komoditas unggulan seperti kacang tanah dan gaplek. Namun, di balik potensi tersebut, Gunungkidul masih menghadapi isu krusial seperti Kemiskinan dan Stunting, Kesehatan Mental, serta Krisis Air Bersih.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa masyarakat memiliki resiliensi tinggi yang diistilahkan sebagai “Mental Telo” (singkong), yang bermakna kemampuan untuk tumbuh dan bertahan hidup dalam kondisi sesulit apa pun.

Bupati mengatakan, modal sosial utama daerah ini adalah semangat Gotong Royong, yang diimplementasikan melalui program Gotong Royong Mobile dan Gotong Royong Governance dengan melibatkan TNI, Polri, serta akademisi seperti UGM.
“Kita ingin menghidupkan kembali kekuatan gotong royong agar masyarakat tidak memiliki mental peminta-minta, melainkan mental pejuang yang mandiri,” pungkas Bupati.
Andi F. Noya menyatakan kehadirannya bersama BenihBaik.com bertujuan untuk mendengar dan mengidentifikasi bantuan yang tepat sasaran tanpa pretensi untuk menyelesaikan semua masalah sendirian. Melalui transisi dari yayasan konvensional ke platform digital (startup), BenihBaik.com kini fokus menghubungkan dana CSR perusahaan (B2B) dengan kebutuhan masyarakat.
“Beberapa pilar bantuan yang ditawarkan oleh BenihBaik.com dan Kick Andy Foundation mungkin kita bisa bantu di Sektor Pendidikan seperti pemberian beasiswa dari tingkat SD hingga S1.” tutur Andi.
Selain itu, BenihBaik.com juga dapat membantu di sektor Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi & Sosial, bahkan di sektor Infrastruktur & Kebencanaan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih dalam antara sektor publik dan sektor filantropi digital. Dengan menggabungkan program pemerintah daerah seperti konsep “Minaboga” (tangkap, masak, jual) di Pantai Baron, dengan akses pendanaan dan distribusi dari BenihBaik.com, diharapkan masyarakat Gunungkidul tidak lagi hanya menjadi objek bantuan, melainkan agen perubahan yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.